1. Visi, Misi,
Strategi
Visi :
Menjadi pemimpin yang berakhlak mulia, bertindak sebagai agent of
change yang mampu menjalankan tugas dengan efektif dan efisien serta menjalin
kerjasama yang baik agar terciptanya keharmonisan antar sesama dan terwujudnya
kemajuan yang lebih baik.
Misi :
1.
Menciptakan
Sumber Daya Manusia yang berkualitas serta berdayaguna bagi publik
2.
Mensejahterakan
rakyat dari berbagai aspek
3.
Memperjuangkan
hak milik
4.
Mewujudkan
kinerja yang baik dan bersih
Strategi :
Menerima masukan dari luar maupun dari dalam dan di sepakati
secara bersama serta menggunakan kinerja yang sudah baik dan mengganti kinerja
yang kurang baik serta berusaha agar tidak menjadi pemimpin yang arogan ataupun
apatis.
2. Faktor
pendukung dan penghambat dalam merealisasikan visi
Ø Faktor pendukung
1.
Pengetahuan
2.
Keterampilan
3.
Sikap
4.
Sifat-sifat
pribadi lain yang mencerminkan kebaikan
Ø Faktor penghambat
1.
Ekonomi
2.
Lingkungan,
dan
3.
Susahnya
mendapatkan kepercayaan dari publik bila belum ada bukti-bukti visi dan misi
tersebut.
3. Bagaimana
mengantisipasi faktor pendukung agar tidak menimbulkan arogansi
Tetap menjadi pemimpin yang
berpengetahuan, memiliki keterampilan, sikap, serta sifat-sifat pribadi lain
yang mencerminkan kebaikan namun tetap mementingkan kepentingan publik dan
senantiasa menerima masukan dari orang lain serta berakhlak mulia agar dapat
dicontohi oleh bawahan atau orang banyak.
4. Bagaimana
mengorganisir faktor penghambat agar tidak menimbulkan sikap apatis.
Mencoba menerangkan maksud
visi dan misi kepada publik secara perlahan-lahan agar publik memahami, saling
berinteraksi dengan lingkungan sekitar agar lingkungan sekitar memahami maksud
dan tujuan bahwa akan mengarah kepada kebaikan, dan senantiasa memperhatikan
segi ekonomi
5. Konflik
akan terjadi pada orang yang melakukan perubahan, bagaimana caranya agar
potensi konflik dapat menjadi daya dorong suksesnya visi
Konflik memang identik
dengan hal yang bersifat negatif, namun konflik pun dapat menjadi sebuah
motivasi atau pun menjadi daya dorong suksesnya cita-cita dan tujuan seperti senantiasa
siap dengan perubahan yang ada, menanggapi konflik yang terjadi dengan sikap
positif dan kepala dingin, menerima masukan dari publik, berani mengambil
resiko, dan senantiasa mengikuti IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi) sesuai
dengan perkembangan zaman. Dengan demikian maka konflik yang terjadi akan
membuahkan hasil yang positif atau menjadi daya dorong bagi suksesnya misi
kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar