Selasa, 20 Mei 2014

TUGAS 3 ETIKA DAN FILSAFAT KEPEMIMPINAN

1.      Susun 2 (dua) capaian kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang ingin saudara capai dari pendekatan Ilmu/Pengetahuan.
a.       Pemimpin yang memiliki pendidikan yang baik
Pemimpin yang memiliki pendidikan merupakan salah satu indicator menjadi pemimpin yang sesuai dengan etika dan filsafat kepemimpinan. Mengapa demikian? Setiap pemimpin yang mempunyai pendidikan baik pendidikan formal maupun nonformal dapat membagikan ilmu yang ia dapatkan dari pendidikan tersebut kepada bawahannya sehingga dapat diterapkan dalam kepemimpinannya dan ditiru oleh bawahannya. Pemimpin yang mempunyai pendidikan yang baik maka kepemimpinannya akan baik karena ilmu pengetahuan yang ia dapatkan melalui pendidikan  telah mengajarkannya terlebih dahulu tentang bagaimana cara menjadi pemimpin yang sesuai dengan etika dan filsafat kepemimpinan.
b.      Pemimpin berdasarkan pengalaman hidup
Dengan pengalaman hidup, semua orang jiga banyak memperoleh ilmu atau pengetahuan. Pengalaman hidup dengan melihat, mendengar ataupun sebagainya dengan orang-orang disekitar maka akan tumbuhlah rasa ingin tahu dan rasa ingin tahu tersebut berkembang menjadi pengetahuan dan lama-kelamaan dapat teruji kebenarannya dan dipastikan dapat diterapkan dikepemimpinan yang sesuai etika dan filsafat kepemimpinan dan jadilah sebuah ilmu yang sangat berharga. Denagan mempelajari dari setiap kehidupan yang kita jalankan maka akan tercetuslah sebuah ilmu atau pengetahuan sesuai dengan kata pepatah ”pengalaman adalah guru terbaik”.
2.      Susun 2 (dua) capaian kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang ingin saudara capai dari pendekatan Ketrampilan.
a.       Keterampilan dalam hal manajemen waktu
Meskipun sebagai seorang pemimpin kita tidak memiliki batasan waktu kerja seperti halnya yang dialami para karyawan, namun penting bagi kita untuk tetap memperhatikan manajemen waktu dengan bijak, sebab ketidakmampuan seseorang dalam mengatur waktunya, menjadi salah satu sumber kehancuran bagi karirnya. Untuk itu, kita harus tetap disiplin dalam menjalankan usaha dan memiliki keterampilan dalam hal mengatur waktu agar semua pekerjaan bisa terselesaikan sesuai dengan target yang kita tentukan.
b.      keterampilan dalam berkomunikasi
Sebagai pemimpin tentunya kita juga dituntut untuk bisa menjadi seorang pelaku komunikan yang handal. Berkomunikasilah dengan baik agar kita bisa menjadi lawan bicara yang diperhitungkan mitra kita. Meskipun poin ini sering disepelekan para pemimpin, namun sebaiknya belajarlah untuk menjadi pembicara yang handal agar bisa menaklukan setiap keraguan yang dimiliki lawan bicara kita.
3.      Susun 2 (dua) capaian kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang ingin saudara capai dari pendekatan Sikap / Perilaku.
a.       Pemimpin yang berakhlak mulia
Pemimpin yang berakhlak mulia merupakan poin paling penting dalam kepemimpinan. Pemimpin yang berakhlak mulia memang sangat-sangat dibutuhkan dalam etika dan filsafat kepemimpinan karena dari segi akhlak mulia itulah dapat tercermin karakter  seseorang. Kehidupan kita tidak lepas dari yang namanya kuasa Tuhan maka sudah jelas juga dimata manusia. Pemimpin yang berakhlak baik atau mulia sudah tentu dapat menjalankan tugas nya sebagai seorang pemimpin. Percuma saja jika kita mempunyai pendidikan tinggi ataupun pendidikan yang baik, mempunyai keterampilan atau skill yang luar biasa namun sikap atau perilaku kita tidak mencerminkan akhlak yang mulia. Oleh karena itu tetaplah menjadi pemimpin yang mempunyai ilmu atau pengetahuan dan keterampilan atau skill tetapi senantiasa memiliki akhlak yang mulia.
b.      Pemimpin yang seperti bawahan
Menanamkan sikap yang selayaknya berperan sebagai bawahan merupakan sikap yang efektif. Dengan menjadi pemimpin yang seperti bawahan maka kita harus bersifat baik dan bijaksana, penuh rasa kemanusian, tidak menempatkan individi-individu yang egoistis. Pemimpin yang seperti bawahan tidak akan menganggap dirinya posisi melainkan tindakan dan hal yang paling penting yaitu mempunyai rasa sosial yang tinggi agar dapat menciptakan relasi yang baik terhadap bawahan.
c.       Susun / desain model kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang saudara unggulkan dan lakukan dalam uji kompetensi akhir semester (dapat berupa bagan atau yang lain).
model kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang saya unggulkan dan lakukan dalam uji kompetensi akhir semester yaitu :
-          Pemimpin yang berdasarkan niat
-          Pemimpin yang berpengetahuan
-          Berakhlak tinggi
-          Boleh merancang
-          Sifat-sifat pribadi lain yang mencerminkan kebaikan


Rabu, 07 Mei 2014

1.      Visi, Misi, Strategi
Visi :
Menjadi pemimpin yang berakhlak mulia, bertindak sebagai agent of change yang mampu menjalankan tugas dengan efektif dan efisien serta menjalin kerjasama yang baik agar terciptanya keharmonisan antar sesama dan terwujudnya kemajuan yang lebih baik.
Misi :
1.      Menciptakan Sumber Daya Manusia yang berkualitas serta berdayaguna bagi publik
2.      Mensejahterakan rakyat dari berbagai aspek
3.      Memperjuangkan hak milik
4.      Mewujudkan kinerja yang baik dan bersih
Strategi :
Menerima masukan dari luar maupun dari dalam dan di sepakati secara bersama serta menggunakan kinerja yang sudah baik dan mengganti kinerja yang kurang baik serta berusaha agar tidak menjadi pemimpin yang arogan ataupun apatis.
2.      Faktor pendukung dan penghambat dalam merealisasikan visi
Ø  Faktor pendukung
1.      Pengetahuan
2.      Keterampilan
3.      Sikap
4.      Sifat-sifat pribadi lain yang mencerminkan kebaikan
Ø  Faktor penghambat
1.      Ekonomi
2.      Lingkungan, dan
3.      Susahnya mendapatkan kepercayaan dari publik bila belum ada bukti-bukti visi dan misi tersebut.
3.      Bagaimana mengantisipasi faktor pendukung agar tidak menimbulkan arogansi
Tetap menjadi pemimpin yang berpengetahuan, memiliki keterampilan, sikap, serta sifat-sifat pribadi lain yang mencerminkan kebaikan namun tetap mementingkan kepentingan publik dan senantiasa menerima masukan dari orang lain serta berakhlak mulia agar dapat dicontohi oleh bawahan atau orang banyak.
4.      Bagaimana mengorganisir faktor penghambat agar tidak menimbulkan sikap apatis.
Mencoba menerangkan maksud visi dan misi kepada publik secara perlahan-lahan agar publik memahami, saling berinteraksi dengan lingkungan sekitar agar lingkungan sekitar memahami maksud dan tujuan bahwa akan mengarah kepada kebaikan, dan senantiasa memperhatikan segi ekonomi
5.      Konflik akan terjadi pada orang yang melakukan perubahan, bagaimana caranya agar potensi konflik dapat menjadi daya dorong suksesnya visi

Konflik memang identik dengan hal yang bersifat negatif, namun konflik pun dapat menjadi sebuah motivasi atau pun menjadi daya dorong suksesnya cita-cita dan tujuan seperti senantiasa siap dengan perubahan yang ada, menanggapi konflik yang terjadi dengan sikap positif dan kepala dingin, menerima masukan dari publik, berani mengambil resiko, dan senantiasa mengikuti IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi) sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan demikian maka konflik yang terjadi akan membuahkan hasil yang positif atau menjadi daya dorong bagi suksesnya misi kita.